Layanan Multi Bahasa

Tampilkan postingan dengan label oksigen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label oksigen. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2011

Terlepasnya Oksigen Dari Atmosfer Bumi


Oksigen secara konstan bocor keluar dari atmosfer Bumi dan masuk ke ruang angkasa. Berita tersebut datang dari Cluster satelit milik ESA yang juga mengkonfirmasikan kalau penyebab kebocoran oksigen tersebut justru berasal dari medan magnetik Bumi sendiri. Jadi medan magnetik Bumi mempercepat terlepasnya oksigen ke angkasa.
Oksigen yang lepas dari area kutub Bumi. Kredit : NASA/ESA
Data yang dihasilkan Cluster dari tahun 2001-2003 menunjukan selama tahun-tahun tersebut, cahaya bermuatan atom oksigen yang dikenal sebagai ion, keluar dari area kutub menuju angkasa. Cluster juga mengukur kekuatan dan arah medan magnetik Bumi saat cahaya itu ada disana. Hasil analisis data Cluster yang dilakukan oleh Hans Nilsson dari Swedish Institute of Space Physicsmenunjukan ion oksigen mengalami percepatan akibat perubahan arah medan magnet. Data dari Cluster berhasil memberi informasi kemiringan medan magnetik dan perubahan arahnya berdasarkan waktu.
Sebelum era penjelajahan angkasa, dipercahaya medan magnetik Bumi hanya diisi oleh partikel-partikel angin Matahari. Dan diperkirakan partikel-partikel ini membentuk kondisi yang melindungi Bumi dari interaksi langsung dengan angin Matahari.
Menurut Nilsson, saat ini mereka baru menyadari besarnya interaksi yang terjadi diantara angin Matahari dan atmosfer. Partikel energetik dari angin Matahari dapat diteruskan sepanjang medan magnetik. Dan bila terjadi tabrakan dengan atmosfer Bumi, terjadilah aurora. Biasanya fenomena ini terjadi di kutub bumi. Interaksi yang sama memberikan energi yang cukup pada ion oksigen untuk mengalami percepatan dan keluar dari atmosfer menuju ke area medan magnetik Bumi.
Data yang diperoleh Cluster didapat di atas kutub Bumi saat atelit tersebut terbang pada ketinggian 30000 – 64000 km. Data yang pernah diambil sebelumnya pada tahun 1980-an dan 1990-an menunjukan ion yang lepas bergerak semakin cepat pada ketinggian yang lebih tinggi. Dengan demikian diperkirakan ada semacam mekanisme percepatan yang terlibat dan beberapa kemungkinan yang terjadi yang menyebabkan terjadinya perubahan. Dengan data dari Cluster, mekanisme yang berperan dalam sebagian besar proses percepatan bisa diidentifikasi.
Saat ini, lepasnya oksigen dari Bumi bukanlah hal yang harus dikawatirkan. Karena jika dibandingkan dnegan persediaan gas yang mendukung kehidupan di Bumi, jumlah yang lepas tersebut bisa dikatakan sangat kecil. Namun, di masa depan, saat Matahari memasuki masa tuanya dan semakin panas, keseimbangan akan mengalami perubahan dan kehilangan oksigen seperti saat ini akan menjadi hal yang signifikan mempengaruhi kehidupan di Bumi.
Untuk saat ini, Cluster akan terus mengumpulkan data dan memberi pencerahan baru mengenai kompleksnya area magnetik di sekeliling planet biru ini.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Merah vs Biru


Ruang Angkasa adalah tempat yang berwarna warni! Contohnya, foto cantik dari gugus bintang terang yang dikelilingi awan gas berwarna biru dan merah.
NGC 2011 di Awan Magellan Besar. Kredit : ESO
Terpisahrnya kedua warna itu tampak seperti ada perlombaan antara merah dan biru. Di sudut merah, terdapat sebagian besar gas yang menyusun Matahari : gas hidrogen! Dan di sudut bitru, ada  si jago O yang kita butuhkan untuk bernafas : gas oksigen!
Mengapa gas tersebut terpisah jadi dua kelompok? Semua itu bermuara dari berapa banyak gas yang dipanaskan oleh bintang – tapi bukan oleh bintang dalam gugus bintang yang ditunjukkan disini. Ada gugus bintang lainnya di di luar dan tampak di tepi kanan bagian tengah foto, yang terdiri dari bintang-bintang muda dan panas.
Bintang muda yang panas dari gugus bintang tetangga itu cukup kuat untuk membuat gas oksigen di dekat mereka bersinar (pada bagian atas foto). Tapi semakin jauh dari gugus, bintang yang ada di gugus itu tidak dapat memanaskan oksigen untuk membuat mereka bersinar.  Hanya hidrogen yang bersinar di bagian bawah foto, karena mereka membutuhkan energi yang lebih sedikit untuk membuat dirinya bersinar dibanding oksigen.
Jadi, gas tidak benar-benar terpisah menjadi dua tim. Hidrogen dan oksigen sebenarnya berbaur, tapi gas apa yang kita lihat bersinar tergantung oleh seberapa dekat ia dengan bintang yang panas.
Fakta Menarik : Dua per tiga tubuh manusia tersusun oleh oksigen.